Wakil Bupati PPU Tekankan Komitmen Perusahaan dalam Penyaluran CSR: “Jangan Hanya Menumpang, Tinggalkan Jejak untuk Pembangunan Daerah”

Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, Sabtu 23 Agustus 2025 — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menegaskan pentingnya peran serta perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati PPU, Waris Muin, dalam pertemuan dengan seluruh perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah PPU.

Dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan dari 34 perusahaan tersebut, Waris menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya kontribusi nyata perusahaan selama ini terhadap pembangunan daerah.

“Kami sudah enam bulan dilantik bersama Bapak Bupati. Hari ini, kami ingin melihat secara langsung komitmen dan tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan di PPU, khususnya dalam penyaluran CSR,” tegas Waris di hadapan para peserta.

Waris menekankan, tanpa dukungan perusahaan, pemerintah daerah akan sulit mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama demi menciptakan kemajuan nyata bagi PPU.

“Kami tidak ingin pertemuan ini hanya menjadi rutinitas tanpa hasil. Jangan sampai setelah keluar dari ruangan ini, tidak ada satu pun hal yang dibawa pulang untuk disampaikan kepada direksi atau pengambil kebijakan di perusahaan masing-masing,” ujar Waris.

Ia juga menyoroti kebiasaan beberapa perusahaan yang hanya mengirimkan staf yang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam rapat-rapat penting bersama pemerintah.

“Kami butuh keputusan nyata. Kadang perusahaan kirim perwakilan yang tidak bisa bertanggung jawab atau bahkan tidak bisa menjawab hal strategis. Ke depan, kami ingin yang hadir adalah mereka yang bisa ambil keputusan,” lanjutnya.

Waris mengusulkan agar penyaluran CSR ke depan dilakukan melalui satu pintu, guna menghindari tumpang tindih dan ketidakefisienan dalam pelaksanaannya. Ia mengaku prihatin karena selama 25 tahun berdiri sebagai kabupaten, kontribusi CSR perusahaan besar di PPU belum tampak signifikan.

“Kami akan bentuk satu pintu untuk penyaluran CSR agar lebih terarah dan merata. Selama ini, banyak kegiatan OPD yang mengambil sendiri-sendiri ke perusahaan. Akhirnya perusahaan bilang sudah memberikan bantuan, padahal tidak tercatat atau tidak merata,” jelasnya.

Waris berharap CSR yang disalurkan bisa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendukung visi-misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD.

“Jangan sampai CSR disalurkan ke banyak arah yang tidak jelas. Niatnya bantu seribu, tapi sampai ke masyarakat hanya 250 karena tidak terarah. Untuk itu, kami akan bentuk tim khusus agar CSR ini lebih efektif,” tambahnya.

Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, Waris mengajak perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan landmark Kabupaten PPU di titik kilometer nol hingga kilometer tujuh.

“Mungkin nanti bisa dibantu dibuatkan tanjontrik (landmark) di pinggir jalur pipa dari kilometer tujuh sampai ke titik nol Penajam. Ini bisa menjadi simbol kontribusi nyata perusahaan untuk daerah,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap, melalui pertemuan ini, lahir komitmen kuat dan langkah nyata dari seluruh perusahaan untuk bersama-sama membangun PPU yang lebih maju, seimbang, dan berdaya saing.

Penulis : Diaz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *