Tingkatkan Hasil Pertanian Lokal, Petani dan Polres PPU Panen Padi “Sri Mulia”

Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, Minggu 17 Agustus 2025—Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, para petani mengadakan panen raya padi varietas unggul lokal Sri Mulia. Acara ini merupakan wujud syukur para petani atas hasil panen yang melimpah, diorganisir oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Tani Mulia dan CV. Sobat Tani. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati PPU Mudyat Noor, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta perwakilan kelompok tani lainnya.

Acara dimulai dengan doa bersama, diikuti dengan sambutan-sambutan yang membangkitkan semangat.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan kebanggaannya,

“Ini pencapaian luar biasa yang menunjukkan kualitas padi lokal kita.”

Beliau menyebutkan bahwa dari lahan seluas satu hektare, varietas lokal “Sri Mulia” mampu menghasilkan 4,44 ton gabah. Pencapaian ini diharapkan dapat terus meningkat, menjadikan padi Babulu sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi.

Senada dengan itu, Kepala BRMP Provinsi Kaltim, Ahmad Hamdan, optimis bahwa potensi padi lokal ini bisa menembus pasar internasional. Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Syahariah Mas’ud, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani untuk terus ditingkatkan.

Bupati PPU Mudyat Noor, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas utama.

“Dari padi lokal kita bisa melangkah ke level internasional, asalkan kita semua bersatu dan terus mendukung semangat para petani,” ujarnya.

Beliau melihat potensi ini sebagai kekuatan untuk mewujudkan PPU yang mandiri pangan.

Dukungan kuat juga datang dari Polres PPU. Melalui Kabag SDM Kompol Muhadi, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, menyatakan bahwa Polri siap menjaga stabilitas dan keamanan di sektor pertanian.

“Polres PPU selalu hadir untuk memberikan rasa aman dan mendukung program ketahanan pangan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan panen padi bersama, yang menunjukkan kebersamaan yang erat. Suasana penuh rasa syukur, gotong royong, dan optimisme para petani Babulu menjadi bukti nyata bahwa pertanian lokal adalah tumpuan ketahanan pangan di PPU. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *