Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, 22 Juli 2025 – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Sukadi Kuncoro, menganjurkan masyarakat, terutama nelayan dan mesyarakat pengguna penyeberang laut, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca yang sangat tidak menentu yang diprediksi akan terus berlangsung hingga September atau Oktober 2025.
Kuncoro dengan tegas mengingatkan betapa pentingnya memakai rompi penyelamat (life jacket) bagi para pelaut.
“Gelombang laut cukup besar, apalagi ini musim angin selatan, jadi utamakan keselamatan diri dan keluarga Anda,” ujar Kuncoro (22/7).
Ia menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab pribadi, dan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan petugas.
“Prioritas utama adalah kesadaran pribadi. Jangan hanya berharap pada aparat, sadarilah keselamatan diri sendiri,” tambahnya.
Selain himbauan untuk mengenakan rompi penyelamat, BPBD PPU juga menganjurkan para nelayan untuk secara berkala memantau informasi terkini mengenai cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemantauan bisa dilakukan melalui situs resmi atau aplikasi digital guna menghindari potensi bahaya yang mungkin muncul sesuai prakiraan.
Situasi angin selatan saat ini menjadi perhatian serius karena dianggap bisa mengganggu kegiatan pelayaran di laut dan berpotensi mengancam nyawa. Hembusan angin kencang dari selatan seringkali memicu munculnya ombak raksasa atau gelombang tinggi, khususnya di laut lepas yang jauh dari pesisir.
Kuncoro meminta para nelayan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan mereka selama periode angin selatan ini masih ada, khususnya saat melaut. Menurutnya, kesiapsiagaan sangat krusial agar risiko terjadinya insiden dapat diminimalisir sejak dini.
“Kalau kita sudah tidak menginginkan kecelakaan seperti itu, akan sulit jika tidak ada bantuan rompi penyelamat. Meskipun takdir memang di tangan Tuhan, tetapi kita sebagai manusia harus berikhtiar agar tidak mati sia-sia,” tutup Kuncoro. (Adv)
Penulis : Diaz
