Dinsos PPU Salurkan 30 Alat Bantu untuk Penyandang Disabilitas: Total Anggaran Rp200 Juta, Distribusi Merata di Empat Kecamatan

Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, Jumat 29 Agustus 2025 – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian serius terhadap kelompok penyandang disabilitas. Pada tahun ini, sebanyak 30 unit alat bantu disiapkan untuk disalurkan ke berbagai kecamatan di wilayah PPU, termasuk Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Mukhtar, menyampaikan bahwa beberapa bantuan telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati PPU. Jenis alat bantu yang diberikan meliputi kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat bantu jalan.

“Penyaluran sudah dimulai, yang pertama kita serahkan satu unit alat bantu dengar, dua kursi roda, dan satu tongkat. Itu sudah secara simbolis diserahkan oleh Pak Bupati. Selebihnya, sekitar 30 unit lagi akan disalurkan langsung ke masing-masing kecamatan,” ungkap Mukhtar saat ditemui pada 29 Agustus 2025.

Menurut Mukhtar, distribusi alat bantu memang lebih banyak difokuskan ke Kecamatan Penajam, karena data penerima terbanyak berasal dari wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa alat bantu tetap dibagikan secara merata ke seluruh kecamatan untuk memastikan pemerataan manfaat.

“Memang secara data paling banyak itu di Penajam. Tapi kami tidak bisa hanya fokus di sana. Kecamatan lain seperti Waru, Babulu, dan Sepaku juga kami alokasikan. Prinsipnya pemerataan, walaupun porsi terbanyak tetap di Penajam,” jelasnya.

Mukhtar menyebutkan bahwa data penerima manfaat telah dikumpulkan dan diverifikasi oleh pihak kecamatan. Dinsos PPU memberikan kewenangan kepada pihak kecamatan untuk menyerahkan alat bantu langsung kepada penyandang disabilitas yang terdata.

Dinas Sosial PPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta, termasuk pajak, untuk pengadaan alat bantu disabilitas ini. Proses pengadaan telah selesai, dan saat ini Dinsos tengah menyiapkan mekanisme penyaluran ke lapangan.

“Anggarannya sekitar 200 juta, itu sudah termasuk pajak. Sekarang pengadaannya sudah ada, tinggal penyalurannya. Setelah simbolis kemarin, satu alat bantu sempat kita salurkan langsung karena sifatnya darurat. Sisanya akan dibagikan oleh tim kami ke masing-masing kecamatan sesuai data,” kata Mukhtar.

Ia menambahkan, total alat bantu yang akan dibagikan meliputi berbagai jenis, mulai dari kursi roda, alat bantu dengar, tongkat bantu jalan, hingga alat pendukung mobilitas lainnya. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan dipantau langsung oleh Dinsos untuk memastikan tepat sasaran.

Mukhtar berharap bahwa bantuan ini dapat memberikan dampak nyata dan membantu meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas di PPU. Menurutnya, hak hidup layak dan aksesibilitas adalah tanggung jawab bersama yang harus diperjuangkan oleh pemerintah.

“Harapan saya, warga penyandang disabilitas bisa merasa bahwa mereka diperhatikan. Kami ingin mereka bisa menikmati hidup dengan nyaman seperti masyarakat lainnya. Alat bantu ini bukan sekadar bantuan, tapi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tutup Mukhtar.

Selain penyaluran alat bantu, Dinas Sosial PPU juga berencana untuk melanjutkan program-program perlindungan sosial lainnya bagi kelompok rentan, termasuk pelatihan keterampilan, peningkatan akses layanan kesehatan, serta penyediaan bantuan sosial reguler.

Diharapkan, dukungan berkelanjutan ini bisa memperkuat posisi penyandang disabilitas di masyarakat, baik dalam hal pendidikan, ekonomi, maupun sosial.

Penulis : Diaz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *