Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, Senin 21 juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah gencar mengupayakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di wilayahnya, dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial (Kemensos). Wakil Bupati PPU, Waris Muin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke Kemensos untuk membahas detail pembangunan sekolah rakyat yang merupakan instruksi langsung dari Presiden.
Menurut Waris Muin, Kemensos menawarkan beberapa opsi untuk pembangunan sekolah rakyat, salah satunya terkait ketersediaan lahan dan bangunan. Syarat utama yang diajukan Kemensos adalah adanya bangunan yang tidak terpakai di daerah, seperti gedung mangkrak, yang dapat dikelola pemerintah selama setahun.
Pembangunan SR ini membutuhkan anggaran yang signifikan, mencapai Rp25 miliar, dengan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 6 hingga 7 hektar.
“Kita sudah penuhi persyaratan lahan,” ujar Waris Muin.
Sekretaris Kemensos menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pembangunan sekolah rakyat di PPU, terlebih dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan, Kemensos akan mengucurkan dana awal sebesar Rp5 miliar setelah tersedianya bangunan yang dapat menampung minimal dua kelas siswa SD dan SMP.
Awalnya, Pemkab PPU mempertimbangkan gedung bekas hotel di samping Terminal Penajam sebagai lokasi. Namun, rencana tersebut terkendala karena gedung tersebut saat ini ditempati oleh warga tunawisma dan terikat kontrak sewa tahunan.
“Jadi saya telepon kembali untuk syarat itu kami belum bisa penuhi karena gedung itu,” jelas Waris Muin.
Waris Muin juga mengungkapkan adanya perubahan informasi terkait target pembangunan sekolah rakyat. Kini, ada instruksi Presiden untuk membangun 100 sekolah rakyat tahun ini, dan hal ini tidak dapat didiskusikan melainkan harus dieksekusi.
Terkait dengan kendala bangunan, Pemkab PPU terus berkoordinasi dengan Kemensos.
“Apakah dibangunkan walaupun tidak ada sekolah tidak ada 1 kelas dua ringan, atau kita menunggu tahun 2026, itu insyaallah kita dibangunkan. Karena lahannya sudah siap,” kata Waris Muin.
Ia menambahkan bahwa untuk 100 sekolah, Pemkab PPU akan mengupayakannya tahun ini, namun jika tidak memungkinkan, pembangunan akan diusahakan pada tahun 2026.
Sistem sekolah rakyat ini akan menyerupai sekolah asrama boarding school, di mana semua fasilitas, akan disediakan. (Adv)
Penulis : Diaz
