Gematrisatyamedia.com, Penajam Paser Utara, Kamis 7 Agustus 2025 – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini menghadapi masalah keuangan yang serius. Meskipun banyak proyek pembangunan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan lancar secara fisik, pembayaran kepada pihak ketiga atau kontraktor masih tertunda karena kas daerah yang terbatas.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah belum cairnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Secara fisik, semua proyek berjalan. Tapi, proses pembayarannya terkendala kemampuan keuangan. Kami masih menunggu transfer dari pusat,” ungkap Muhajir (7/8/25).
Ia menambahkan bahwa begitu dana dari pusat cair, pembayaran akan segera dilakukan. Muhajir optimis bahwa serapan anggaran daerah akan meningkat tajam di akhir tahun, menargetkan angka 90%.
Kondisi keuangan yang kurang ini juga berdampak pada penyusunan anggaran di PPU. Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026 serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 dipastikan akan terpengaruh.
Muhajir memperkirakan alokasi anggaran untuk tahun 2026 akan sedikit menurun. Namun, angka ini masih bisa berubah tergantung pada informasi transfer dana dari pusat yang diperkirakan akan terbit pada bulan September.
Terkait APBD Perubahan 2025 yang pembahasannya dimulai bulan Agustus ini, Muhajir menegaskan tidak akan ada penambahan anggaran secara keseluruhan. Sebaliknya, pemerintah daerah akan fokus pada optimalisasi belanja di masing-masing OPD.
“Tidak ada alokasi penambahan secara total karena postur pendapatan kita juga tidak berubah,” jelasnya.
Artinya, akan ada pergeseran anggaran dari program yang tidak jadi dilaksanakan untuk mengoptimalkan belanja lainnya.
Hingga Triwulan II, serapan anggaran PPU masih jauh dari target ideal. Muhajir menyebutkan angka serapan baru mencapai 27,46%, padahal target idealnya adalah 50%.
Keterlambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Instruksi Presiden (Inpres) di awal tahun yang membuat banyak kegiatan lelang tertunda.
Meskipun demikian, Muhajir tetap optimis dengan adanya tren tahun lalu di mana realisasi tertinggi terjadi pada bulan Desember. Ia menargetkan serapan anggaran tahun ini bisa mencapai 90%.
“Tahun kemarin sampai 93% secara keseluruhan, jadi memang 95% keuangan kita tahun yang lalu,” pungkasnya.
Penulis : Diaz
